imposter syndrome nih

aku pernah bener bener bingung mikirin, gimana lah ya ini. apa yang kulakuin itu emeng bener apa enggak, pada saat itu emang gak ada yang mengevaluasi secara langsung kayak di sekolah. di sekolah aku bisa dievaluasi langsung nilai mata pelajarannya dengan guru. jadi aku menempatkan guru menjadi orang yang dapat 'menempatkan' aku apakah aku berada di jalan yang benar atau tidak untuk mata pelajaran ini. nah sekarang, aku tu bingung karna gak ada yang mengevaluasi aku, alhasil aku takut buat ngelakuin hal hal yang scientific. banyak pertanyaan sebenarnya terjawab seperti "ya sertakan aja limitasi nya", "sisipkan aja kalau kamu buat makai metode apa aja", "namanya juga belajar gak ada yang bener bener tau jawaban mutlaknya" dll. tapi ternyata yang kubutuhkan adalah ayat quran yang bisa ngebuktiin aku kalau kamu masih fine atau baik baik aja, tidak usah harus mensertakan jawaban yang mutlak. ya, ternyata karna aku udah menempatkan agama ini atau al quran ini sebagai petunjuk hidup aku, alhasil hampir selama 6 tahun kalau ada permasalahan biasanya kupertanyakan dari sisi quran mana yang bisa menjawab ini. jadi kalau nyari internet awal mulanya kusertakan "(bla bla bla *topik masalah) islam", "apa pandangan islam terhadap (bla bla bla)" kemudian hingga saat ini aku memakai topik masalahnya dan menyertakan nama sheikh yang aku percayai soalnya dia sering dan hampir selalu menyertakan dalil islam nya. apakah ini disebut prinsipal? gak taulah. nah jadi, jawabannya untuk menghilangkan rasa imposter syndrome adalah dengan ayat quran ""Dan seandainya semua pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS Luqman:27) atau "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Tuhanku selesai (ditulis) meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS. Al kahf: 109) atau "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit." (QS. al isra:85)  atau "Ilmuku dan ilmumu tidaklah mengurangi ilmu Allah, kecuali seperti patukan burung ini dengan paruhnya di lautan (hanya mengambil setetes air)." (HR. Bukhari No. 4725 & Muslim No. 2380)

sebenarnya gak aku baca itu semua tenang kok buat yang gak ngerti, asli aku juga gak tau apakah ini bijak nyomot ayat quran. bukan berarti aku gak tau sama sekali tapi aku gak terlalu mempelajarinya secara dalam, soalnya ada ayat quran yang kayak oh ni lebihlah daripada hanya melihat ayat sekilas, pokoknya gitulah. nah selain ayat-ayat quran tadi, ada juga orang islami gitu gak tau sih siapa dia, tapi dia mengatakan imposter syndrome itu tidak ada tapi kurang latihannya aja. trus aku kek wow iya sih, thanks. 

inti dari semua dalil dan motivasi diatas, aku menyimpulkan manusia ini hanya mampu melihat dari pandangannya dia aja, ilmu yang dia punya aja, buku yang dia baca aja, pengalaman yang dia punya aja, jadi kek kalau di langit dia hanya nyomot bagian kecilnya aja dari langit ini. trus kebenaran se mutlak mutlak nya hanya Allah yang tau trus belum lagi akhir akhir ini nemu hadis "Apabila kamu mengepung sebuah benteng dan pihak yang dikepung ingin kamu membebaskan mereka sesuai dengan perintah Allah, janganlah kamu membebaskan mereka sesuai dengan perintah-Nya, tetapi lakukanlah atas perintahmu sendiri, karena kamu tidak tahu apakah kamu mampu melaksanakan perintah Allah terhadap mereka atau tidak." jadinya kan kayak, okeh gue berusaha sekuat tenaga apa yang menurut Allah benar kemudian aku pastinya akan melakukan sekuat tenaga kebenaran apa yang kupunya dari ilmu pengetahuan seperti sains atau apalah sebutannya. dan aku hanya berani melakukan apa yang bisa kulakukan, tidak secara gamblang mengatakan ini bagus dan berlaku untuk semua makhluk muka bumi ini, aku akan mengatakan apa yang kulakukan, metode apa yang kugunakan yah persis dengan saran saran di awal tadi. tapi ini aku dengan firm melakukannya, karna prinsip aku udah terpenuhi dan alhamdulillah untuk islam

Komentar

Postingan populer dari blog ini